Problem atau masalah akan senantiasa menghampiri setiap saat kepada manusia. Dari hal-hal kecil dan sepele, sampai hal-hal yang besar dalam hidup.Problem adalah ujian hidup yang akan mendewasakan kita, karena dengan problem itu kita dituntut untuk mencari solusi yang terbaik. Dalam konteks Islam, problem adalah sarana untuk mengaktualisasikan identitas diri, apakah kita tergolong orang yang benar imannya atau seorang pendusta . Allah berfirman :
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:
"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka,
maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia
mengetahui orang-orang yang dusta". (QS. Al-ankabut :2-3)
Adakalanya ujian datang silih berganti baru selesai satu masalah datang lagi masalah baru tiada jeda, "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah
dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain ". (QS. An-Nasyirah : 7), adakalanya datang tumpang tindih belum selesai satu masalah, muncul masalah baru, bahkan terkadang masalah datang serempak dengan bobot permasalahan yang rasa-rasanya tidak mungkin teratasi. akibatnya kita mengalami depresi dan stress. Padahal sesungguhnya permasalahan yang muncul semuanya sudah ada solusinya dalam diri kita dan kita pasti mampu mengatasinya. "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia
mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari
kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau
hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau
bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada
orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami
apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan
rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang
kafir". (QS. al-Baqarah : 286).
Permasalahannya adalah sebatas mana sebatas mana kita bersikap ? Jika kita berpositif thinking (husnudhan) kepada Allah sebagai pemberi ujian, maka dengan tawakkal, permasalahan akan selesai. Seberat apapun permasalahan jika kita jalani dengan ikhlash dan tawakkal, ternyata akan selesai dengan baik. Tetapi ketika menghadapi masalah kita dengan hati yang berat, bayangan yang mengerikan, kesulitan yang mendera, mencari kambing hitam dan menyalahkan nasib, niscaya tidak akan ada jalan keluar, dan itulah yang dimaksud dalam ayat benar imannya atau dusta. Sesungguhnya kenyataan tidaklah seseram apa yang kita bayangkan.
Secara umum kita akan mampu mengatasi semua masalah jika :
1. Memahami bahwa segala masalah pasti ada solusinya sehingga timbul optimisme
2. Masalah adalah sarana untuk meningkatkan eksistensi diri bukan sebuah kesialan sehingga hilang pesimisme
3. Menghadapi masalah dengan sabar, tawakkal dan ikhlash
4. Berbaik sangka kepada Allah, sebagai sumber masalah dan solusi
5. Mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah
6. Berdo'a agar diberikan ketabahan, kelapangan kemudahan dalam menghadapi ujian.
Semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar